Minggu, 04 Oktober 2015

Dismenore dan Penanganannya



Dismenore dikenal dengan menstruasi yang sangat menyakitkan (nyeri berlebihan yang dapat menganggu aktivitas)  terutama terjadi pada perut bagian bawah dan punggung serta biasanya terasa seperti kram, dikenal sebagai dismenore atau menoragi.

Dismenore merupakan kejadian paling banyak terjadi dalam tiga tahun pertama setelah menarke (dismenore primer) walaupun kejadian tersebut dapat terjadi padamasa akhir kehidupan reproduksi wanita (dismenore sekunder). 

Penelitian akhir-akhir ini telah menyajikan gambaran yang lebih jelas sebagai sifat dan penanganan dari kondisi yang berpotensi melemahkan. 

Penyebab utama dismenore primer adalah adanya prostaglandin yang dihasilkan di endometrium. Prostaglandin merupakan hormon yang diperlukan untuk menstimulasi kontraksi uterus selama menstruasi.

Pada remaja yang mengalami dismenore, jumlah produksi prostaglandin lebih tinggi diatas normal. 

Tindakan mengurangi jumlah produksi hormon prostaglandin yang tersedia dalam tubuh merupakan metode utama dalam mengurangi dismenore.

ada berbagai jenis obat dalam penanganan dismenore, ditabel beriku ini:

 Pengobatan Dismenore
Obat Generik
Contoh Obat Non-Generik
Dosis *
Ibuprofen
Advil, Motrin,
Nuprin
400 mg 4 x sehari
275 mg 4 x sehari
Naproksen
Aleve, Anaprox,
Naprosyn

250 mg 4 x sehari
Fenamat
Ponstel
50 mg 3x sehari
Ketoprofen
Orudis
50 mg 3 x sehari
Diklofenak
Cataflam

Cyclooxygenase 2 inhibitor
Selekoksib
Celebrex
200 mg 2 x sehari
Rofekosib
Vioxx
50 mg 1 x sehari
Valdekosib
Bextra
20 mg 2 x sehari

*pengobatan harus dimulai pada hari pertama muncul gejala sampai 2-3 hari setelahnya
Cyclooxygenase 2 (COX-2) inhibitor merupakan klasifikasi obat terbaru untuk pengobatan dismenore.



Sumber: Buku Ajar Asuhan Kebidanan/ oleh Helen Varney, Jan M.Kriebs, Carolyn I.Gegor, alih bahasa,Ana Lusiana.Jakarta: EGC, 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar