Dismenore dikenal dengan menstruasi yang sangat menyakitkan (nyeri berlebihan yang dapat menganggu aktivitas) terutama
terjadi pada perut bagian bawah dan punggung serta biasanya terasa seperti
kram, dikenal sebagai dismenore atau menoragi.
Dismenore merupakan kejadian paling banyak terjadi dalam
tiga tahun pertama setelah menarke (dismenore primer) walaupun kejadian
tersebut dapat terjadi padamasa akhir kehidupan reproduksi wanita (dismenore
sekunder).
Penelitian akhir-akhir ini telah menyajikan gambaran yang
lebih jelas sebagai sifat dan penanganan dari kondisi yang berpotensi
melemahkan.
Penyebab utama dismenore primer adalah adanya prostaglandin
yang dihasilkan di endometrium. Prostaglandin merupakan hormon yang diperlukan
untuk menstimulasi kontraksi uterus selama menstruasi.
Pada remaja yang mengalami dismenore, jumlah produksi
prostaglandin lebih tinggi diatas normal.
Tindakan mengurangi jumlah produksi
hormon prostaglandin yang tersedia dalam tubuh merupakan metode utama dalam
mengurangi dismenore.
ada berbagai jenis obat dalam penanganan dismenore, ditabel beriku ini:
Pengobatan Dismenore
|
Obat Generik
|
Contoh Obat Non-Generik
|
Dosis *
|
|
Ibuprofen
|
Advil, Motrin,
Nuprin
|
400 mg 4 x sehari
275 mg 4 x sehari
|
|
Naproksen
|
Aleve, Anaprox,
Naprosyn
|
250 mg 4 x sehari
|
|
Fenamat
|
Ponstel
|
50 mg 3x sehari
|
|
Ketoprofen
|
Orudis
|
50 mg 3 x sehari
|
|
Diklofenak
|
Cataflam
|
|
|
Cyclooxygenase 2 inhibitor
|
||
|
Selekoksib
|
Celebrex
|
200 mg 2 x sehari
|
|
Rofekosib
|
Vioxx
|
50 mg 1 x sehari
|
|
Valdekosib
|
Bextra
|
20 mg 2 x sehari
|
*pengobatan harus dimulai pada hari pertama muncul gejala
sampai 2-3 hari setelahnya
Cyclooxygenase 2
(COX-2) inhibitor merupakan
klasifikasi obat terbaru untuk pengobatan dismenore.
Sumber: Buku Ajar Asuhan Kebidanan/ oleh Helen Varney, Jan
M.Kriebs, Carolyn I.Gegor, alih bahasa,Ana Lusiana.Jakarta: EGC, 2006

Tidak ada komentar:
Posting Komentar