Metode kalender dikenal juga sebagai metode ritmik yang
merupakan metode keluarga berencana
alami.
Metode ini berdasarkan temuan bahwa ovulasi terjadi pada
suatu hari tertentu, kurang lebih 14 hari sebelum periode menstruasi. Siklus
menstruasi yang cukup teratur sangat diperlukan untuk perkiraan waktu ovulasi
yang dapat diandalkan.
Metode kalender hanya dapat memprediksi kapan masa subur
wanita dalam siklus mestruasinya sehingga kemungkinan besar bisa hamil.
Perkiraaan ini didasarkan pada waktu ovulasi seperti yang ditetapkan
berdasarkan penghitungan kalender, yang dibuat dari riwayat menstruasi selama 8
sampai 12 siklus menstruasi.
Wanita mencatat siklus menstruasinya untuk mengindentifikasi
siklus terlama dan siklus terpendek sehingga semua kemungkinan hari-hari subur
dapat ditentukan.
Penghitungan yang digunakan saat ini memiliki faktor variasi
kurang lebih 2 hari disekitar 14 hari sebelum masa menstruasi berikutnya, 2
sampai 3 hari bagi sperma untuk dapat bertahan hidup dan satu hari (24 jam)
bagi ovum untuk bertahan hidup sehingga jumlah keseluruhan masa subur adalah 9
hari.
Individu wanita dapat mengurangi 20 hari dari panjang siklus
terpendeknya untuk menentukan masa subur yang pertama dan 10 hari dari lama
siklus menstruasi terpanjang untuk kemudian tidak melakukan hubungan seksual
selama masa subur yang telah diperkirakan guna mencegah konsepsi(pembuahan).
Sumber: Buku Ajar Asuhan Kebidanan/ oleh Helen Varney, Jan
M.Kriebs, Carolyn I.Gegor, alih bahasa,Ana Lusiana.Jakarta: EGC, 2006

Tidak ada komentar:
Posting Komentar